Nabi ke-5 dari 25

Kisah Nabi Saleh

Saleh diutus kepada kaum Tsamud yang memahat rumah di gunung-gunung batu. Ketika mereka meminta bukti, Allah memberi mereka seekor unta betina sebagai mukjizat — dan ketika mereka membunuh unta itu, azab datang tiga hari kemudian.

Siapa Saleh?

Saleh adalah nabi yang diutus Allah kepada kaum Tsamud, kaum yang menjadi penerus kaum 'Ad setelah kebinasaan mereka. "Dan kepada kaum Tsamud (Kami utus) saudara mereka, Saleh." (QS 11:61; QS 7:73). Seperti Hud, ia berasal dari kaumnya sendiri — bukan orang asing, melainkan saudara mereka yang mereka kenal sejak lama.

Kaum Tsamud adalah kaum yang ahli memahat. Mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu dengan terampil dan tinggal di dalamnya dengan rasa aman (QS 7:74; QS 26:149). Keahlian itu membuat mereka merasa mapan: rumah mereka kokoh, pegunungan melindungi mereka, dan kehidupan mereka tampak terjamin. Tetapi seperti kaum 'Ad sebelum mereka, kemapanan itu melahirkan kesombongan dan kelalaian terhadap Allah.

Saleh mengingatkan mereka bahwa Allah-lah yang menjadikan mereka khalifah di bumi setelah kaum 'Ad, dan Dialah yang memberi mereka tempat tinggal di dataran dan di gunung-gunung. Karena itu ia menyeru mereka untuk mengingat nikmat Allah dan tidak membuat kerusakan di bumi (QS 7:74).

Dakwah & Ujian

Seruan Saleh sama dengan seruan para nabi sebelumnya: sembahlah Allah semata, mohonlah ampun kepada-Nya, dan bertaubatlah (QS 11:61). Sebagian kaumnya — terutama orang-orang yang beriman dari kalangan yang lemah — menerima seruan itu. Tetapi para pemuka yang sombong menolak dan bertanya dengan sinis, "Apakah kamu yakin bahwa Saleh adalah seorang rasul dari Tuhannya?" (QS 7:75–76). Mereka lalu meminta bukti yang nyata.

Bukti itu datang dalam bentuk seekor unta betina. "Wahai kaumku, inilah unta betina dari Allah sebagai mukjizat untukmu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan keburukan apa pun, nanti kamu akan ditimpa azab yang dekat." (QS 11:64). Dalam ayat lain ditegaskan bahwa unta itu adalah tanda yang nyata dari Allah (QS 7:73; QS 17:59). Unta itu pun diberi aturan: ada giliran minum — satu hari untuk unta itu, satu hari untuk kaum Tsamud — dan mereka tidak boleh mengganggunya (QS 26:155–156).

Tetapi kaum itu melanggar. Sembilan orang pemuka yang dikenal sebagai perusak di kota itu bersekongkol untuk membunuh Saleh dan membungkam seruannya (QS 27:48–49). Lalu mereka menyembelih unta betina itu, dengan angkuh menantang Saleh: "Datangkanlah azab yang engkau ancamkan kepada kami, jika engkau benar-benar seorang rasul." (QS 7:77; QS 91:14). Saleh menjawab bahwa mereka masih diberi waktu tiga hari untuk bersenang-senang — dan janji itu bukanlah janji yang akan didustakan (QS 11:65).

Setelah tiga hari berlalu, azab itu datang: suara yang mengguntur dan gempa yang dahsyat menimpa mereka, hingga mereka mati bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka — rumah-rumah batu yang dahulu mereka banggakan sebagai perlindungan (QS 7:78; QS 11:67). Saleh dan orang-orang beriman bersamanya diselamatkan dengan rahmat Allah dari kehinaan hari itu (QS 11:66). Rumah-rumah mereka yang kosong itu kemudian menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudah mereka (QS 27:52).

Pelajaran dari Kisah Saleh

Pertama, jangan meminta tanda lalu mengingkarinya. Kaum Tsamud meminta bukti, lalu ketika bukti itu datang dan hidup di tengah mereka, mereka justru membunuhnya. Meminta tanda dari Allah adalah perkara yang berat; mengingkari tanda setelah memintanya lebih berat lagi.

Kedua, waspadalah terhadap segelintir perusak yang menggerakkan banyak orang. Hanya sembilan orang yang bersekongkol, tetapi seluruh kaum ikut menanggung akibatnya karena mereka diam dan menyetujui. Kejahatan yang dibiarkan adalah kejahatan yang disetujui.

Ketiga, benteng yang paling kokoh tidak melindungi dari ketetapan Allah. Kaum Tsamud memahat rumah di gunung batu dan merasa aman di dalamnya. Tetapi ketika azab datang, rumah-rumah itulah yang menjadi kuburan mereka. Keamanan yang sejati hanya ada dalam ketaatan.

Keempat, batas Allah itu nyata. Unta betina itu adalah ujian yang sederhana: biarkan ia hidup dan minum pada gilirannya. Kaum Tsamud gagal dalam ujian yang sederhana itu. Banyak kehancuran bermula dari pelanggaran kecil terhadap batas yang sudah jelas.

Video Kisah Nabi Saleh — Tonton & Unduh Gratis

Kisah Nabi Saleh sudah tersedia dalam 3 episode video (format vertikal, cocok untuk Facebook, TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts). Tonton langsung di bawah ini, atau klik tombol unduh untuk menyimpan videonya.

Video-video di atas bebas dipakai ulang untuk konten Facebook, TikTok, Instagram, dan YouTube. Bila berkenan, cantumkan sumber: kisah25nabi.my.id.

Ide Konten

Selain video di atas, berikut beberapa ide konten video pendek yang bisa dibuat dari kisah ini, cocok untuk Facebook, TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts:

Teks artikel di halaman ini boleh dipakai sebagai bahan naskah atau narasi video Anda.

Sumber

Detail yang hanya berasal dari retelling populer ditandai "menurut riwayat yang populer" atau tidak dicantumkan. Isi halaman ini berpegang pada Al-Qur'an dan hadis sahih.